Pernahkah Anda sakit dan dirawat di rumah sakit? Tahukah Anda berapa biaya yang harus dikeluarkan seseorang jika harus dirawat di rumah sakit?
Saya pernah mengalami dirawat di RS.Permata Cibubur karena operasi Hernia di perut saya. Juga ketika istri saya harus melahirka secara cesar di RS.Permata Cibubur.
Mungkin Anda juga pernah dengar ada orang yang mendadak miskin karena anggota keluarganya ada yang menderita penyakit dan memerlukan tindakan medis khusus. Bahkan ada pula yang terpaksa jual rumah, mobil dan aset yang dimilikinya demi kembali sembuh. Hal ini pun telah saya alami ketika adik perempuan saya terserang tumor otak dan harus menjalani perawatan di beberapa rumah sakit dan harus operasi di RSPAU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, yang memakan biaya sangat besar sampai sampai say harus menggadaikan sawah bapak saya di kampung untuk menunjang biaya berobat.
Ya, tak seorang pun tahu kapan musibah akan datang. Kadang kita tak kuasa mengelakkannya. Tapi kita punya pilihan untuk menyiapkannya sebelum musibah datang.
Sedia payung sebelum hujan. Peribahasa ini tepat sekali menggambarkan kondisi ini. Salah satu persiapan itu adalah memiliki asuransi kesehatan. Namun, jangan lupa bahwa asuransi kesehatan juga punya keterbatasan.
Misalkan, jika sakit yang diderita cukup parah dan menahun sehingga membutuhkan biaya yang melampaui batasan asuransinya, maka Anda tetap harus merogok kocek sendiri. Belum lagi jika asuransi kesehatan yang Anda punya memiliki pengecualian terhadap beberapa jenis penyakit tertentu. Selain itu, asuransi kesehatan selalu memiliki batasan umur. Orang tua yang usianya sudah melebihi batasan asuransi kesehatan (misal di atas 65 tahun), pada umumnya asuransi kesehatan sudah tidak meng-cover biaya kesehatannya.
Nah, di sinilah perlunya menyiapkan dana kesehatan baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarga, termasuk untuk kedua orangtua tercinta. Sebab, jika tidak dipersiapkan dengan baik, maka saat orangtua sakit dan membutuhkan biaya berobat yang cukup besar akan berpengaruh kepada kondisi keuangan.
Dalam istilah financial planning, dana kesehatan ini dapat dikategorikan sebagai “self-insured”. Anda memproteksi kesehatan Anda dan keluarga dengan kemampuan keuangan sendiri bukan dari pihak lain seperti perusahaan asuransi.
Prioritaskan dana kesehatan ini ke dalam deretan tujuan keuangan Anda. Siapkan secara bertahap. Tidak harus langsung besar. Alokasikan sebagian investasi rutin Anda untuk tujuan ini.
Punya tujuan dana liburan, ganti mobil dan tujuan rumah idaman memang lucu dan menyenangkan. Tapi punya dana kesehatan juga bisa menentramkan dan menyelamatkan kondisi keuangan.
Sungguh saya pribadi telah merasakan betapa harga yang sangat mahal yang harus dibayar ketika kita harus berobat. tetapi untunglah ketika itu saya masih tercover oleh perusahaan tempat saya bekerja. Namun rasanya mengingat hal itu sangat lah penting tak ayal lagi alokasi dana untuk kesehatan sangatlah wajib. Untung juga saat ini ada BPJS... asuransi dari pemerintah, tapi alangkah baiknya kita menyiapakan asuransi kesehatan dari pihak swasta. Yang bisa mengcover lebih banyak aspek. so pilih pilih asuransi yang good permormanya dan mudah saat claim nya. silahkan berdiskusi dengan financial planner anda.
Let’s upgrade your financial level!
Be strong, and stronger!
Tidak ada komentar:
Write comments