Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) menyesalkan terjadinya aksi demo buruh yang menutup akses tol Cikampek, tepatnya di km 23 dan 34. Demo menjadi aksi yang tidak simpatik, karena menganggu aktivitas ekonomi orang lain.
Direktur Operasi Jasa Marga, Adityawarman menjelaskan, demo ini pasti merugikan perseroan. Karena terdapat potensi pendapatan yang hilang akibat trafik yang turun.
Namun Adit belum dapat menginformasikan, akumulasi kerugian tersebut. "Kami masih menunggu laporan. Yang jelas aksi ini masih berlangsung. Laporan terakhir, Kapolda Jabar sudah turun di lapangan. Sudah disiapkan water canon," kata Adit kepada detikFinance, Jumat (27/1/2012).
Lanjutnya, aksi ini sangat tidak simpatik. Masyarakat tidak berdosa menjadi korban. Bahkan ekonomi menjadi terhenti.
"Kalau mau demo karena pemenangan Apindo, jangan ganggu. Ini urat nadi," tuturnya.
Pengguna jalan tol pun sudah diimbau Jasa Marga untuk mencari jalan alternatif, karena akses Cibitung-Cikarang tertutup pendemo.
"Mereka sudah tau, karena sudah disampaikan ke media untuk mencari jalan alternatif," tegasnya.
Direktur Operasi Jasa Marga, Adityawarman menjelaskan, demo ini pasti merugikan perseroan. Karena terdapat potensi pendapatan yang hilang akibat trafik yang turun.
Namun Adit belum dapat menginformasikan, akumulasi kerugian tersebut. "Kami masih menunggu laporan. Yang jelas aksi ini masih berlangsung. Laporan terakhir, Kapolda Jabar sudah turun di lapangan. Sudah disiapkan water canon," kata Adit kepada detikFinance, Jumat (27/1/2012).
Lanjutnya, aksi ini sangat tidak simpatik. Masyarakat tidak berdosa menjadi korban. Bahkan ekonomi menjadi terhenti.
"Kalau mau demo karena pemenangan Apindo, jangan ganggu. Ini urat nadi," tuturnya.
Pengguna jalan tol pun sudah diimbau Jasa Marga untuk mencari jalan alternatif, karena akses Cibitung-Cikarang tertutup pendemo.
"Mereka sudah tau, karena sudah disampaikan ke media untuk mencari jalan alternatif," tegasnya.

Tidak ada komentar:
Write comments