Minggu, 19 Februari 2012

Manajemen Keuangan dan Rumah Tangga


Namanya saja mengelola rumah, tentu kita harus menyiapkan dulu rumah untuk dikelola ^___^.

Sesuai dengan kondisi finansial lah, dari mulai kos atau ikut mertua-kontrak-beli kreditan-beli kontan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan basis pengambilan keputusan yaitu keluwesan (mengelola keluarga dan keluangan bag 1). Jangan sampai ambil kreditan rumah, sedangkan uang nggak cukup, lalu kita jadi kereditan.
Setelah itu masing-masing harus bisa membedakan antara apa yang disebut rumah dan rumah tangga. Jika rumah adalah sebuah bangunan, maka rumah tangga adalah sistemnya. Sehingga setiap yang dilakukan oleh penghuni rumah harus bisa menciptakan sistem kerja untuk mengoptimalkan fungsi rumah tersebut. Bukan hanya sebagai tempat urusan dapur, sumur, kasur saja.
Oleh sebab itu harus dipertimbangkan betul jarak lokasi rumah dan tempat kerja. Bagaimana kita bisa membangun rumah tangga yang sehat dan harmonis jika waktu kita habis di jalan. Bagi yang tinggal di kota besar, kemacetan selalu menjadi kendala utama. Padahal kita punya tetangga, dan mereka adalah orang paling dekat yang akan menolong bila kita sedang dalam kesulitan. Dengan menghabiskan rutinitas untuk pulang pergi di jalanan *lebih melas dari tunawisma, agenda menebar kenaikan pun jadi berkurang. Bagaimana tidak? Tawaran untuk menjadi ketua karang taruna, ketua RT, atau merbotnya masjid juga akan hilang karena kita tak pernah terlihat ada di rumah.
Tentu pilihan untuk bertempat tinggal dekat kantor menjadi pilihan. Lalu bagaimana bila istri juga bekerja dan memiliki tempat tinggal yang berbeda dengan suami? Hmmm…seharusnya ini pun sudah dibahas dalam agenda malam pertama. Karena yang ingin dibangun adalah rumah tangga. Harus ada keselarasan pikiran dan gerak antara suami dan istri. Kalau modelnya begini (Long Distance Relationship) lalu buat apa menikah? Kembali lagi kepada tujuan menikah.
Setelah agenda pengelolaan rumah beres, kita akan disibukkan dengan prioritas pengelolaan rumah itu sendiri. Karena fungsi rumah adalah sebagai tempat tinggal, bukan tempat mampir. Ada yang bisa menyebutkan agenda apa saja yang bisa mendukung tercapainya target dalam membentuk sebuah rumah tangga? Misalnya istirahat, ibadah, pendidikan, dan interaksi sosial dengan masayarakat sekitar.
Selain itu juga ada atribut rumah yang juga harus diprioritaskan, karena hal tersebut dapat membuat kita selalu merasa nyaman berada di rumah. Ibarat kalau kita duduk dalam pesawat kelas ekonomi makanan diletakkan sambil agak sedikit dilempar, hemmm. Sedangkan untuk kelas bisnis dan eksekutif mereka diberikan pelayanan (servis) dengan sangat memuaskan, dikasih senyuman pula.
Dan karena rumah tangga adalah sebuah sistem, maka layaknya membuat sebuah program kerja, ada teknik operasionalnya juga (gini deh jadinya kalau yang ngisi materi dari orang teknik ^___^)
Pertama, tujuan mengelola rumah tangga  menciptakan suasana lapang. Ibarat kita membangun rumah, atapnya nggak sundul sama kepala kita. Misalnya, jika kita ingin pas butuh pas ada. Pas pengen mobil, pas ada duit. Pas ingin pelesir keliling dunia, pas ada yang ngasi tiket gratisan #mimpikaliyeee, maka hal yang harus kita lakukan adalah meningkatkan pemasukan dan menekan pengeluaran. Beda kan antara pelit dengan hemat?
Dan jalan lain yang banyak memberikan pintu rezeki adalah dari perniagaan. Jadi Sekaya atau sesederhana (milih kaya dong) apapun anda, berwirausahalah, sekecil atau sebesar (milih yang besar dong) apapun itu.
9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu berdagang (Sang Nabi, Hadist).
Kedua, Where does money go. Tahu arus masuk dan keluar anggaran keuangan. Saya mendapat cerita tentang orang-orang di Canada ketika di musim panas bersepakat untuk mengubah waktu pada jam tangan mereka 1 jam lebih awal. Sehingga jam kantor yang awalnya dimulai pukul 9, menjadi pukul 8. Dan itu membawa dampak positif bagi para pegawai dan terutama untuk perusahaan dan mereka jauh lebih produktif.
Dalam rangka penghematan energi juga mungkin ya. Andaikata semua orang di Indonesia berangkat ke kantor setiap habis sholat shubuh (kira-kira jam 5), bayangkan berapa KWH listrik yang bisa dihemat? (karena otomatis lampu rumah akan mati ketika kita berangkat. #ngadukePLN
Ketiga, memprioritaskan asset bukan liabilitas (tanggungan). Asset adalah sesuatu yang ketika bertambah usia akan semakin tinggi nilai jualnya. Mulai sekarang coba list asset apa yang anda miliki untuk bekal di masa depan. Misal tanah, rumah, emas, anak juga termasuk asset lho, hehe. Jadi rawatlah baik-baik. Sedangkan tanggungan seperti kartu kredit, atau hal-hal berbau kreditan lainnya sebaiknya hindari karena hal itu akan membuat kita terbiasa dengan hidup konsumtif. Kalo perlu gunting tuh kartu kredit #gigitjari
Keempat, gunakan prinsip idiot kaya, jenius kaya. Kata Ustad Mukhtasor, bisa dicari di buku 8 rahasia sukses idiot kaya. Misal, memilih antara membeli mobil second hand atau baru. Jika anda adalah orang yang tau otomotif maka pilihan untuk membeli second hand adalah pilihan yang bijak, karena nilai jual kendaraan bermotor semakin lama akan semakin turun dan ini masuk ke dalam tanggungan. Tapi jika sebaliknya, pilihan beli mobil baru juga lebih bijak. Masalahnya uangnya ada nggak? Selain bayar angsuran mobil ada nggak tanggungan yang lain? Jika ya, TAHANLAH keinginan. Masih banyak alternatif lain, apalagi kalau tuh mobil cuma buat gaya-gayaan. Nggak banget deh.
Tadi sudah saya sebutkan di atas salah satu prinsip pengelolaan keuangan adalah dengan cara meningkatkan penerimaan. Nah hal-hal apa saja yang bisa menjadi faktor meningkatnya income dalam rumah tangga kita?
Pertama, percayalah pada Hukum pelimpahan rezeki. Hal ini bisa dilakukan dengan men-set up pikiran kita bahwa Allah sudah menetapkan rezeki pada masing-masing orang dan tak akan tertukar. Daripada kita saling iri dengan kebahagiaan orang atau membuat orang iri dengan kelimpahan rezeki yang kita miliki (amin) rangkullah dia untuk cari rezeki bersama-sama. Tak usah saling iri.
Kedua, Hukum spiritual rezeki – bisa dengan berbagai cara. Kalau kita pelit berarti kita bukanlah calon orang kaya, karena orang kaya itu tak akan takut hartanya habis dibagi. Jadi contohlah cara bekerja rang kaya dengan banyak memberi. Selain itu memperbanyak silaturrahim, sangat terbukti dapat mendatangkan rezeki untuk kita. Melakukan sholat dhuha.
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.
Ketiga, Hukum sosial rezeki – menurut anda, pelanggan lebih suka datang ke penjual yang berwajah cerah, atau yang berwajah kusam #bukaniklanprodukkecantikan. Tentu pembeli akan lebih memilih datang kepada penjual yang pertama. So, agar rezeki mendekat kepada kita, berwajah cerahlah, toh senyum tulus dari hati yang ikhlas adalah sedekah.
Keempat, menciptakan financial freedom. Kalau kita sudah berhasil melampaui beberapa fase di atas tadi kita akan mencapai tahap ini dan bisa memberikan kemanfaatan yang jauh lebih besar untuk orang lain yang masih BGM (bawah garis kemiskinan).
Selamat membaca dan meresapi, Semoga bermafaat

    Choose :
  • OR
  • To comment
1 komentar:
Write comments
  1. Adakah anda telah mencari bantuan kewangan segera? Anda memerlukan pinjaman segera untuk membayar hutang dan bil yang sedia ada? Sedang mencari perniagaan dari rumah dan pinjaman peribadi, sila hubungi kami sekarang dengan maklumat di bawah.
    Nama anda:
    status:
    kerja:
    Jantina:
    Nombor Telefon:
    Jumlah pinjaman:
    jangka masa:
    Tujuan pinjaman?
    Nota: Semua jawapan hendaklah hadapan Hubungi kami sekarang di: anitacharlesloancompany@gmail.com atau anitacharlesloancompany@mail.com Terima kasih kerana datang.

    BalasHapus

Advertisement

VIDEO VIRAL