Selasa, 22 September 2015

IHSG TURUN Nilai Reksadana saya juga turun, Gimana neh...

Biasanya investor yang mengajukan pertanyaan di atas adalah investor yang sudah mengetahui bahwa penurunan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memberikan pengaruh negatif kepada Nilai Aktiva Bersih (NAB) suatu produk reksadana. Oleh karenanya, investor juga khawatir nilai investasi mereka akan berkurang terus.
Hal pertama yang harus selalu diingat adalah mengapa seseorang memiliki sebuah Rencana Keuangan . Sebuah Rencana Keuangan berfungsi menjabarkan cara-cara utuk mencapai Tujuan Finansial seseorang – bukan untuk mencari keuntungan semata . Sehingga bisa dipahami saat implementasi ada proses mengalami keuntungan dan kerugian.
Salah satu dasar teori berinvestasi adalah
waktu pencapaian dan resiko investasi berbanding lurus . Maka seharusnya dalam proses pembuatan Rencana Keuangan dan pemilihan produk investasi , investor sudah memahami resiko yang ada dan sudah mengkombinasikan beberapa faktor utama antara lain : profil resiko, tujuan finansial, jangka waktu dan jumlah target dana.
Ketika IHSG mengalami penurunan :
Investor tidak terlalu khawatir dan dapat merealisasikan pelaksanaan Tujuan Finansial. Karena untuk Tujuan Finansial jangka pendek seharusnya sudah diletakkan pada tabungan, deposito atau reksadana pasar uang. TIDAK berada pada produk berbasis saham.
Produk investasi jangka menengah dan jangka panjang (seperti reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran apalagi reksadana saham) dapat mengalami penurunan . Pergerakan IHSG mempengaruhi nilai pada produk-produk investasi. Namun investor tidak perlu panik karena biasanya produk investasi tersebut digunakan untuk tujuan finansial dengan jangka waktu pencapaiannya yang masih sangat panjang. Misalnya saat IHSG menunjukkan trend negatif. Jika reksadana yang dimiliki tidak dicairkan, maka penurunan tersebut merupakan unrealized loss. Mudahnya begini, jika penurunan baru di atas kertas, dan dapat berubah sesuai pergerakan pasar. Jika pencairan reksadana dilakukan di masa depan saat pergerakan pasar sudah positif, penurunan yang terjadi sebelumnya tidak terasa lagi. Namun jika reksadana dicairkan saat nilainya sedang menurun maka loss akan terjadi.
Investor dapat tetap melakukan investasi dengan membeli reksadana secara rutin setiap bulannya , karena dapat menerapkan strategi cost averaging – teknik membeli investasi dalam jumlah uang yang sama secara rutin tanpa dipengaruhi oleh harganya. Saat pasar naik ataupun turun, pembelian tetap dilakukan sehingga dalam kurun waktu panjang tercipta harga beli rata-rata.Contoh pembelian reksadana secara rutin, tampak pada saat NAB turun maka akan memperoleh unit lebih banyak dan sebaliknya.
Investor dapat berhenti melakukan investasi bulanan. Jika berhenti berinvestasi, ke mana uang ini akan parkir? Mungkin habis untuk berbelanja secara konsumtif. Mungkin juga disimpan di produk dengan risiko rendah seperti Tabungan dan Deposito hingga hati sudah lebih siap berinvestasi lagi.
Akan tetapi kita perlu sadar juga bahwa kelemahan dari alternatif ini adalah: kehilangan kesempatan membeli pada nilai lebih ‘murah’ dan setoran di Tabungan harus lebih besar dibandingkan setoran investasi.
Keputusan terakhir tetap di tangan investor sendiri.
Nilai saham Indonesia mengalami penurunan terus nih, apakah saya harus tetap investasi rutin di Reksadana?
Jika ragu dan tidak tenang karena melihat nilai turun terus, parkir dulu sampai Anda sudah siap.
Jika merasa kuatir tidak bisa mengendalikan diri dan malah belanja konsumtif, teruskan berinvestasi.
Jika sudah sadar betul atas risiko dan strategi yang diambil, lanjutkan berinvestasi.
Selalu ingat bahwa, untung dan rugi yang muncul di setiap laporan adalah belum terealisasikan alias hanya pencatatan hingga Anda mencairkan dana. Jadi jangan panik! Yang terpengaruh oleh penurunan IHSG adalah reksadana yang seharusnya untuk tujuan jangka panjang yang dananya belum kita perlukan sekarang.

    Choose :
  • OR
  • To comment
Tidak ada komentar:
Write comments

Advertisement

VIDEO VIRAL